Pages

Senin, 28 September 2015

MESIN CORING KUALITAS TERBAIK HARGA BERSAING



Produk Terbaik

TEKNIK JAYA menyediakan Penjualan dalam partai besar atau proyek borongan yang anda butuhkan, Produk yang kami tawarkan sangat berkualitas dan bersaing harganya. Mesin Coring yang kami miliki sangat terawat, jika anda menggunakan / sewa mesin coring dengan perusahaan kami, makan anda akan mendapatkan produk yang sangat layak digunakan demi kelancaran proyek atau pekerjaan yang anda laksanakan. Demi tercapainya pekerjaan yang di rencanakan, maka kami menyediakan produk mesin coring yang lengkap dan berkualitas.

Menjual Mesin Coring

Berbagai Macam Merk dan Kualitas Kami Jual Dengan Harga Yang Terjangkau. Serta dapatkan Diskon atau Potongan Harga Dari Kami Untuk Pembelian Mesin Coring 0858.6846.2560
Jual DD 120 Diamond coring system (Aplikator Jasa Coring/ core drill)CORE DRILLING MACHINE / Bor Asphalt


Sewa Mesin Coring

Kami Menyewakan Mesin Coring Berbagai Merk Sesuai Kebutuhan Proyek Anda. 0858.6846.2560

Core Drill Machine

Sebuah alat yang mampu mengebor sebuah beton, beton bertulang ataupun aspal. Core drill ini menggunakan mata bor yang biasa di sebut dengan Diamond drill bit. Ukuran dari mata bor atau diamond drill bit ini juga bervariasi, mulai dari 1" s/d 8". Konsumsi power dari core drill machine ini juga ada yang 1350W s/d 3000w tergantung besar dari core drill tersebut

  • Coring (coring drill)

    adalah suatu metode membuat lubang dengan menggunakan alat kerja yaitu mesin coring untuk melubangi beton bertulang, aspal, granit, marmer, keramik maupun batuan yang berfungsi untuk membuat saluran air, jalur pipa, kabel, tray, angkur dengan berbagai ukuran diameter, kedalaman dan kemiringan. Coring dapat juga dilakukan untuk membuat opening berbentuk persegi pada beton dengan cara dirajah. Selain itu, metode ini juga dipergunakan dalam pengambilan sampel beton pada suatu struktur bangunan untuk mengetahui kualitas beton. Sampel yang diambil dalam bentuk silinder selanjutnya dibawa ke laboratorium beton untuk dilakukan pengujian.
  • Mesin Coring (core drill machine)

    adalah sebuah alat yang berfungsi untuk melubangi beton bertulang, aspal, granit, marmer, keramik maupun batuan. Cara kerja mesin coring dibantu dengan air yang mengalir selama proses melubangi sedang berlangsung. Konsumsi daya listrik mesin coring bervariasi bergantung kapasitas mesin umumnya mulai dari 1700 hingga 4800 watt. Proses kerja mesin coring sangat aman untuk struktur karena tidak menimbulkan getaran yang dapat menimbulkan keretakan ataupun merusak struktur suatu bangunan.
  • Mata Coring (diamond core drill bit)

    adalah mata bor yang mengandung serbuk intan sehingga dapat menembus permukaan keras seperti beton bertulang, aspal, granit, marmer, keramik maupun batuan. Mata coring dapat juga digunakan untuk mengambil sampel beton, mengetahui ketebalan aspal dan membuat lubang angkur. Ukuran mata coring bervariasi mulai dari 12 mm hingga 400 mm.
  • Grouting

    adalah suatu metode untuk menutup celah atau menyatukan kembali antara pipa dengan lubang beton hasil coringan. Cara pengerjaannya dengan memasukkan cairan ke dalam suatu ruang celah atau rongga kemudian setelah beberapa saat cairan tersebut akan mengeras kemudian menjadi satu kesatuan dengan beton lama. Bahan yang umumnya digunakan dalam proses ini adalah campuran air, cairan pengeras dan semen yang tidak menyusut.
  • Chemical Anchor

    adalah suatu metode untuk memperkuat struktur, menambah kekuatan beton maupun konstruksi baja dengan memakai suatu cairan kimia. Dalam aplikasinya metode ini umumnya terdiri dari dua komponen, dimana komponen utama adalah angkur yang terbuat dari besi atau baja dan yang kedua cairan kimia sebagai pengikatnya. Metode ini banyak diterapkan pada lantai atau dinding beton, walaupun tidak tertutup kemungkinan dipasang pada kolom atau balok. Kualitas beton sangat mempengaruhi kekuatan maupun kapasitas dari sistem angkur yang dipasang. Cara pemasangannya ada yang pertama di bor dulu betonnya lalu lubangnya dibersihkan kemudian di injeksi cairan kimia kemudian baru dimasukkan angkur. Ada juga yang cairan kimianya di injeksikan berupa capsul.
  • Bor Tanah

    adalah suatu metode pengeboran tanah untuk membuat lubang dengan menggunakan alat kerja. Metode ini biasanya digunakan untuk membuat resapan air, jalur pipa hingga mencapai permukaan air tanah, mengetahui ketebalan tanah maupun menanam instalasi pipa pada tanah. Ukuran diameter serta kedalaman bor tanah dapat bervariasi bergantung kebutuhan proyek.
  • Hammer test

    adalah suatu alat pemeriksaan mutu beton tanpa merusak beton, metode ini akan diperoleh cukup banyak data dalam waktu yang relatif singkat dengan biaya yang murah.
    Metode pengujian ini dilakukan dengan memberikan beban intact (tumbukan) pada permukaan beton dengan menggunakan suatu massa yang diaktifkan dengan menggunakan energi yang besarnya tertentu. Jarak pantulan yang timbul dari massa tersebut pada saat terjadi tumbukan dengan permukaan beton benda uji dapat memberikan indikasi kekerasan juga setelah dikalibrasi, dapat memberikan pengujian ini adalah jenis "Hammer".
    Alat ini sangat berguna untuk mengetahui keseragaman material beton pada struktur. Alat ini sangat peka terhadap variasi yang ada pada permukaan beton, misalnya keberadaan partikel batu pada bagian-bagian tertentu dekat permukaan. Oleh karena itu, diperlukan pengambilan beberapa kali pengukuran disekitar setiap lokasi pengukuran, yang hasilnya kemudian dirata-ratakan.
    Secara umum alat ini bisa digunakan untuk:
    - Memeriksa keseragaman kwalitas beton pada struktur.
    - Mendapatkan perkiraan kuat tekan beton..
  • Soil Investigation (investigasi tanah)

    adalah serangkaian kegiatan dalam bidang teknik sipil yang perlu dilakukan sebelum pekerjaan pondasi suatu bangunan dikerjakan. Investigasi tanah berarti penyelidikan atas karakter tanah pada lokasi dimana bangunan akan kita dirikan. Dari hasil penyelidikan tanah itulah kita bisa menentukan jenis serta besaran pondasi. Selain itu investigasi tanah juga bertujuan untuk mengetahui jenis tanah, daya dukung tanah, kedalaman pondasi , posisi muka air tanah , tekanan tanah pada dinding penahan tanah , dsb. Uji investigasi tanah diantaranya sebagai berikut:
    1. Sondir test adalah metode pengujian tanah yang berfungsi untuk mengetahui letak kedalaman tanah keras, yang nantinya dapat diperkirakan seberapa kuat tanah tersebut dalam menahan beban yang didirikan di atasnya. Test ini biasa dilakukan sebelum membangun pondasi tiang pancang, atau pondasi-pondasi dalam lainnya. Data yang didapatkan dari test ini nantinya akan berupa besaran gaya perlawanan dari tanah terhadap konus, serta hambatan pelekat dari tanah yang dimaksud. Hambatan pelekat adalah perlawanan geser dari tanah tersebut yang bekerja pada selubung bikonus alat sondir dalam gaya per satuan panjang. Sondir ada dua macam, yang pertama adalah sondir ringan dengan kapasitas 0-250 kg/cm² dan yang kedua adalah sondir berat dengan kapasitas 0-600 kg/cm².
    2. Boring test adalah metode pengambilan sampel tanah asli untuk mengetahui kondisi tanah per layer dan jika dimungkinkan sampai ke tanah keras. Dalam boring ini sekaligus dilakukan dengan SPT (standard penetration test) di setiap interval 2,0 m. Hal ini mengacu sesuai dengan prosedur ASTM D.1586, dengan berat hammer adalah 63,5kg dan tinggi jatuh bebas hammer adalah 76 cm. Biasanya untuk pelaksanaan test digunakan Hammer Otomatis. Contoh tanah yang diperoleh dari tabung SPT, dimasukan dalam kantong plastik dan diberi label nama sesuai dengan nilai/jumlah pukulan, kedalaman dan nomor bornya. Contoh tanah yang diperoleh dari SPT tsb bisa digunakan untuk visual description maupun test laboratorium bila diperlukan.
    3. CBR Test CBR (California Bearing Ratio) adalah percobaan daya dukung tanah yang dikembangkan oleh California State Highway Departement. Prinsip pengujian ini adalah pengujian penetrasi dengan menusukkan benda ke dalam benda uji. Dengan cara ini dapat dinilai kekuatan tanah dasar atau bahan lain yang dipergunakan untuk membuat perkerasan. Kekuatan tanah diuji dengan uji CBR sesuai dengan SNI-1744-1989. Nilai kekuatan tanah tersebut digunakan sebagai acuan perlu tidaknya distabilisasi setelah dibandingkan dengan yang disyaratkan dalam spesifikasinya.
    Pengujian CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama. Nilai CBR dihitung pada penetrasi sebesar 0.1 inci dan penetrasi sebesar 0.2 inci dan selanjutnya hasil kedua perhitungan tersebut dibandingkan sesuai dengan SNI 03-1744-1989 diambil hasil terbesar.




0 komentar:

Posting Komentar